Cara Memasang Rangkaian Kipas DC 12V ke Trafo

Rangkaian kipas DC 12V sangat mudah dilakukan dan tidak rumit untuk dirangkai. Rangkaian ini juga bisa menghasilkan arus mencapai 10 A dan mempunyai tegangan yang stabil. Rangkaian elektronik kipas angin ini juga cocok digunakan sebagai power supply untuk beberapa perangkat elektronik.

Rangkaian Kipas DC 12v

Rangkaian ini juga bisa dijadikan solusi mengatasi power ampliffer yang tidak terlalu panas dan menimbulkan bunyi yang mengganggu. Kasus ini memang sering terjadi, suara kipas yang muncul sangat mengganggu pengguna terlebih baling-baling kipas tidak berputar otomatis.

Baca Juga : Rangkaian Kipas Angin 3 Kecepatan

Komponen Pemasangan Resistor untuk Kipas DC 12V yang Dibutuhkan

Bagi pecinta dunia elektronika pasti sudah paham dengan permasalahan seperti ini, Anda bisa mencoba mengatasi permasalahan tersebut dengan merakit pemasangan resistor kipas DC 12V. Kipas angin DC 12V ini bisa berputar otomatis jika transistor power sudah panas dan gerah.

Komponen yang nantinya akan Anda butuhkan saat proses pemasangan rangkaian kipas 12V antara lain adalah:

  • Rotary switch 6 posisi
  • Dioda
  • Elco atau Kapasitor 100uF/25V
  • Kapasitor 470uF/25V
  • Transistor
  • Kipas pendingin

Baca Juga :

Macam-Macam Cara Pasang dengan Rangkaian Kipas DC 12v

Macam-Macam Cara Pasang dengan Rangkaian Kipas DC 12v

Kali ini akan dibahas berbagai macam rangkaian yang bisa Anda ikuti dan bisa Anda coba keberhasilannya. Berhasil atau tidaknya memang harus dipastikan dengan melakukan uji cobanya dan benar-benar mengetahui alur jalannya.

1. Rangkaian 1, cara memasang kipas dc 12 Volt ke trafo

Rangkaian pertama adalah dengan menggunakan resistor ptc. Dimana resistor ini berfungsi untuk menempatkan resistor ptc yang bisa diletakan pada headsick ampliffer atau pendingin. Pada rangkaian ini, saat penempatannya perlu diberikan mika agar tidak terjadi konsleting.

judul gambar

2. Rangkaian 2, elco untuk kipas 12V

Rangkaian kedua adalah sirkuit pengendalian suhu otomatis dengan berdasar pada dua transistor yang bisa mengontrol kecepatan dari 12V DC fan yang akan bergantung pada suhu.

Rangkaian bermula pada thermistor (R1) yang digunakan untuk merasakan adanya suhu. Saat suhu meningkat pada arus basis Q1 (BC 547) kemudian gilirannya menurunkan tegangan kolektor yang berasal dari transistor yang sama.

Kolektor Q1 ini akan digabungkan ke dasar Q2 (BD 140) dimana penurunan tegangan dari kolektor Q1 ke depan bias Q2 lebih. Kecerahan LED nantinya akan sebanding dengan kecepatan motor.

Rangkaian 2 ini mempunyai catatan, dimana R1 bisa menjadi 12K dengan suhu 20°C, M1 DC fan 12V, 700mA, kapasitor C1 harus bernilai 25V dan sirkuit bisa diaktifkan dari baterai 12V.

3. Rangkaian 3

Terakhir adalah rangkaian khusus, dimana bukan otomatis berputar melainkan sebagai pengendali putaran kipas angina saja. Kipas nantinya tidak bekerja otomatis, hanya bekerja pada kecepatan putar dengan catatan volume ampliffer yang diputar searah jam 9 dan akan berputar perlahan.

Jika diputar searah jam 3 maka kipas akan berputar cepat dengan menyesuaikan level sinyal yang masuk. Rangkaian ini tergantung dari besar kecil volume saat Anda mendengarkan musik Jika semakin besar maka kipas semakin cepat berputar.

Boleh diakui, rangkaian ini akan terlihat membingungkan untuk orang yang awam atau pemula dalam bidang elektronika. Bagi orang yang sudah mencintai dunia elektronika maka sebagai sebuah daya Tarik tersendiri untuk mencobanya.

Rangkaian dari kipas angin DC 12 V memang bisa berputar secara otomatis saat transistor power sudah merasa panas yang bisa mengakibatkan power over. Rangkaian ini juga menjadi sebuah solusi dari masalah bunyi kipas angin yang mengganggu.

Rangkaian kipas 12V ini juga bisa dirangkai tanpa menggunakan trafo menjadi rangkaian yang sederhana. Dimana rangkaian tersebut membutuhkan converter 12V ke AC 220V atau diperlukan alat yang mengubah tegangan DC 12V menjadi tegangan AC 220V.

Untuk mendapatkan barang rangkaian kipas DC 12V ini juga bisa ditemukan secara mudah dari media online. Anda bisa menemukan banyak toko yang menjual barang tersebut dengan variasi harga. Saat membeli, pastikan toko yang Anda tuju benar-benar terpercaya dan amanah.

Ketahui :

Jika Anda masih merasa kesulitan dengan rangkaian ini, alangkah lebih baiknya Anda sudah mengetahui dasar-dasar dari ilmu elektronika. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menemukan berbagai macam istilah dari komponen yang dibutuhkan saat merakit dan Anda mengetahui letak-letak komponen tersebut.

judul gambar

Leave a Comment

close
Alternative Text